Penulis : Ciavi Adinda Giantri Katim, S.H., M.H.
Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, big data, dan sistem algoritmik telah membawa perubahan dalam sistem peradilan pidana. Kemampuan teknologi dalam mengolah data dan menghasilkan prediksi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi penegakan hukum. Kehadiran predictive justice memungkinkan teknologi digunakan untuk membantu memahami pola kriminalitas, memperkirakan risiko, dan mendukung proses pengambilan keputusan. Namun, penggunaan teknologi tersebut juga menimbulkan persoalan ketika hasil prediksi mulai memengaruhi perlakuan terhadap seseorang sebelum kesalahannya dibuktikan melalui proses hukum yang sah.
Buku ini membahas asas praduga tak bersalah sebagai salah satu prinsip fundamental dalam sistem peradilan pidana di tengah perkembangan teknologi prediktif. Pembahasan mencakup makna dan kedudukan asas praduga tak bersalah, hubungannya dengan due process of law, beban pembuktian, serta pertanggungjawaban individual. Selain itu, dibahas pula berbagai persoalan yang dapat muncul dalam penggunaan algoritma, seperti algorithmic bias, black box, automation bias, dan penggunaan probabilitas dalam pengambilan keputusan hukum. Buku ini menegaskan pentingnya membedakan antara prediksi atau probabilitas dengan pembuktian kesalahan seseorang.
Pembahasan kemudian diarahkan pada hubungan antara teknologi prediktif dan prinsip-prinsip hukum pidana. Teknologi tidak seharusnya menggantikan pembuktian, pertanggungjawaban individual, maupun kewenangan manusia dalam mengambil keputusan hukum. Penggunaan sistem algoritmik perlu memperhatikan dasar hukum yang jelas, kualitas dan relevansi data, perlindungan terhadap diskriminasi, mekanisme pengujian akurasi, serta kesempatan bagi seseorang untuk mengetahui dan mempertanyakan keputusan yang dipengaruhi oleh teknologi.
Pada bagian akhir, buku ini menawarkan gagasan human-centered predictive justice dan law-centered predictive justice, yaitu pendekatan yang menempatkan manusia, hak asasi, hukum, dan due process of law sebagai pusat penggunaan teknologi prediktif. Model tersebut menekankan legality, data integrity, algorithmic fairness, procedural contestability, dan human legal accountability. Dengan pendekatan ini, asas praduga tak bersalah tidak hanya dipahami sebagai prinsip deklaratif, tetapi juga sebagai prinsip yang dapat diterapkan dalam desain teknologi, pengelolaan data, proses pengambilan keputusan, dan mekanisme pertanggungjawaban dalam sistem peradilan pidana modern.
| Detail Buku | |
|---|---|
| ISBN | 978-634-7960-05-4 |
| Penulis | Ciavi Adinda Giantri Katim, S.H., M.H. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M, C.Ed |
| Penyunting | Geni Pelindia, S.E |
| Desain Sampul & Tata Letak | Rahmi Insaniatul Khairah, S.Pd |
| Penerbit | CV. NULIS HEMAT INDONESIA |
| Kategori | Hukum |
| Tahun Terbit | 2026 |







Ulasan
Belum ada ulasan.